Friday, August 24, 2018

forum

[IMG]http://i63.tinypic.com/35a8015.jpg[/IMG]
BBM : DD09567B
WA : +855964638259
LINE : hobiqq
INSTAGRAM : hobiqq_poker
=======================================================================================
Link Login Alternatif terbaru
HOBI99.ORG
HOBIQQASIA.NET
HOBISAKONG.COM
INDOHOBIQQ.COM
NB: www tidak di pakai lagi Bila login dgn android / IOS
=======================================================================================
Kami merupakan Agen Game Online Terpercaya dengan juta-an member DI, Kami menyediakan 8 Pilihan Game hanya dengan menggunakan 1 User ID
Tingkat Kemenangan sangat tinggi ♥
Dilayani oleh Customer Service yang Ramah & Berpengalaman
Tunggu Apalagi Sobat

Segera Hubungi Kami
Jangan Tunda Kemenangan Anda !!!
[IMG]http://i63.tinypic.com/wbt6op.jpg[/IMG]

CONTACT US
BBM : DD09567B
WA : +855964638259
LINE : hobiqq
INSTAGRAM : hobiqq_poker

Demi Bertahan Hidup, Wanita Pengungsi Venezuela Terpaksa Jadi PSK di Kolombia

HOBISAKONG.COM
Bogota - Laporan investigasi yang dilakukan oleh stasiun televisi Sky News, menemukan fakta bahwa banyak wanita Venezuela --yang mengungsi karena kondisi negara carut marut-- terpaksa menjajakan diri di Kolombia untuk bertahan hidup.
Banyak dari mereka ditemukan kerap menjajakan diri di jalan-jalan di kota perbatasan Cucuta. Bahkan, beberapa klub di sana banyak yang merekrut mereka karena alasan harga murah, dan "bersedia dieksploitasi' demi bisa mendapat peso --mata uang resmi Kolombia.
Bahkan, sebagaimana dikutip dari Sky News pada Jumat (24/8/2018), sebuah rumah bordil setempat diketahui hanya memperkerjakan dua orang wanita Kolombia di tengah 60-an lebih kupu-kupu malam dari Venezuela.

Salah seorang pekerja seks komersial (PSK) di sana merupakan ibu dengan dua anak, yang dulunya berprofesi sebagai balerina. Ia memutuskan keluar dari Venezuela karena kondisi di sana semakin tidak menentu, yang berdampak pada kehidupan ekonomi.
"Saya akan melepaskan (pekerjaan) ini jika ada pilihan lain untuk bertahan hidup," ujarnya.
"Ini adalah pekerjaan yang memalukan tetapi pilihan apa yang saya miliki? Tidak ada," lanjutnya seraya menyeka air mata.
Ia beralasan harus menghasilkan uang untuk merawat anak-anaknya, yang saat ini terpaksa tidak menempuh pendidikan secara formal karena statusnya sebagai pengungsi ilegal.
"Satu-satunya cara untuk tetap bisa memberi makanan anak-anakku adalah pergi ke sini, ke Kolombia dan menjual tubuhku," tambahnya.

Para wanita di sana berbicara tentang perasaan tidak berdaya dan rentan, yang mengakui bahwa pilihan mereka sangat terbatas, tanpa dokumen resmi untuk meninggalkan Venezuela secara legal dalam jangka waktu lama.Berbanding terbalik dengan status Venezuela sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, para warganya justru mengalami kesulitan ekonomi yang kian menjadi-jadi akibat hiperinflasi. Akibatnya, banyak dari mereka nekat mengungsi ke negara-negara sekitarnya untuk tetap bertahan hidup.

Sementara itu, uang di Venezuela dinilai tidak lebih berharga dibandingkan tisu toilet. Tumpukan besar uang bahkan hanya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Jika disebut nilainya, harga-harga di negara itu akan membuat kaget, meski nilai faktualnya tidak jauh dari satu dolar AS.
Dikutip dari News.com.au pada Kamis 23 Agustus, contoh realitas tersebut, salah satunya, terlihat pada harga satu ekor ayam seberat 2,4 kilogram, yang dibanderol 14,6 juta bolivar, atau setara dengan Rp 36.000.Bahkan, satu gulung tisu toilet dijual seharga 2,6 juta bolivar, atau kurang dari 7.000 dalam mata uang rupiah. Harga -harga tersebut dilaporkan bertahan hingga akhir pekan lalu.

Ahli ekonomi dan hiperinflasi Profesor Steve Hanke dari John Hopkins University mengatakan, menghapus nol dari mata uang sulit memberi pengaruh positif pada perbaikan ekonomi Venezuela.
"Mereka telah menukar 100.000 bolivar lama untuk satu bolivar baru, (tetapi) nilainya kira-kira sama, satu sen dalam dolar AS," kata Prof Hanke kepada BBC.
"Kemarin, tingkat inflasi tercatat 61.500 persen secara tahunan, dan hari ini telah melonjak hingga 65.500 persen, jadi jelas tidak ada yang berubah," lanjutnya menjelaskan.

HOBISAKONG.COM


Pengusaha Minuman Bir di AS Mendaur Ulang Biji Barley Jadi Tepung

HOBISAKONG.COM
Washington DC - Konsumsi bir di Amerika Serikat mencapai 100 liter per warga yang memenuhi syarat usia untuk mengonsumsi minuman alkohol, dalam skala per tahun. Artinya, pengunaan biji barley --bahan utama yang memberi kadar alkohol pada bir-- meningkat.
Bahkan penyulingan bir kecil di Amerika Serikat sekalipun membuang sekitar dua juta ton biji-bijian yang digunakan setiap tahun ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Tetapi seorang pengusaha menemukan manfaat lain dari semua biji-bijian yang terbuang itu. Ia mendaur ulang biji-biji barley menjadi tepung dan kemudian dijualnya ke toko roti dan restoran.
Bir mungkin bukan menjadi alasan utama dari upaya untuk memerangi limbah makanan, tetapi proses pembuatannya menggunakan ribuan kilo biji barley (jelai) --salah satu jenis biji-bijian yang berasal dari tanaman keluarga gandum.Setelah biji-biji direndam dalam air panas untuk melepas kadar gulanya, warna minuman keemasan yang dihasilkannya difermentasi menjadi alkohol dan biji-biji barley yang sudah digunakan akan dibuang.

"Di kota New York saja, ada 6.000 ton yang dibuang ke TPA setiap tahun. Jadi, kalau setidaknya mulai membuat New York bebas limbah akan sangat baik,” kata Bertha Jimenez, pendiri dan CEO Rise seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (24/8/2018).
Bertha Jimenez dan timnya mendaur ulang biji barley yang sudah digiling dan mengubahnya menjadi tepung dengan cara dikeringkan, digiling, disaring kemudian dikemas.
Hasil dari olahan baru tersebut adalah "Super Flour" yang berwarna coklat muda atau lebih tua. Warna yang lebih muda dihasilkan dari jenis bir IPA, ales dan pilsners sedangkan warna tepung yang lebih coklat berasal dari jenis bir pekat seperti stout dan porter ales.

"Kami menyebutnya Super Flour karena nutrisinya. Jadi jika kita bandingkan dengan tepung serba guna, tepung ini mengandung dua kali lebih banyak protein, 12 kali lebih banyak serat dan sepertiga karbohidrat tepung serba guna," ucap Bertha.
Pembuat roti, Peter Endriss, membeli Super Flour untuk membuat kue kering. Dia mengatakan ingin membantu mengurangi masalah limbah makanan di Amerika, sembari tetap membuat produk yang lezat."Tepung ini memiliki tekstur yang baik. Lebih bercita rasa dibandingkan tepung lainnya. Kita benar-benar merasakan kekenyalan proses pembuatan bir," kata Peter.
Tapi, cita rasa itu membuatnya mahal. Rise's Super Flour saat ini harganya sekitar lima kali lipat lebih mahal dari tepung serba guna biasa. Tetapi Jimenez berharap teknologi pembuatan nantinya bisa mengurangi harganya.

HOBISAKONG.COM